VIRUS DAN PERANANNYA

Virus adalah makhluk hidup berbahaya yang menimbulkan penyakit. Virus berasal dari bahasa Latin, virion, yang berarti racun. Virus beukuran lebih kecil dai bakteri dan bersifat parasit. Virus hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron karena ukurannya yang sangat kecil. Cabang biologi yang mempelajari virus adalah virologi.

1. Ciri-ciri Virus
  • Berukuran sangat kecil, berdiameter 20-400 nanometer.
  • Bentuknya : Spiral, ekosahidron, kompleks, dan bulat.
  • Tidak mempunyai sel 
  • Mempunyai DNA / RNA
  • Tidak memiliki protoplasma (cairan dalam sel yang menandai adanya kehidupan)
  • Tidak terjadi metabolisme sendiri
  • Mampu dikristalkan
  • Bekembangbiak ketika berada di dalam sel hidup
Virus memiliki 2 fase untuk keberadaannya, yaitu di dalam sel hidup (sel inang) dan di luar sel hidup. Bila di luar sel inang, virus terdiri dari partikel yang mempunyai ciri tersendiri ( tak hidup ), tetapi di dalam sel hidup, virus dapat disebut makhluk hidup karena mampu berkembang biak.

Struktur Bakteriofage

B. Pengelompokkan Virus

1. Berdasarkan tempat hidup
a. Bakteriofage
Merupakan virus yang berkembang di dalam tubuh bakteri. Bagian tubuhnya terdiri dari kepala berbentuk heksagonal, leher sebagai penghubung, dan ekor untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya.
b. Virus tumbuhan
Berkembangbiak di dalam sel tumbuhan. Contoh : TMV (Tobacco Mozaik Virus) dan BYV (Beet Yellow Virus).
c. Virus Hewan
Berkembangbiak di dalam sel hewan. Contoh : Virus poliomylitis, vaccina, dan influenza.

2. Berdasarkan molekul yang menyusun asam nukleat
Dibedakan menjadi DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA gs), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).

3. Berdasarkan ada tidaknya selubung virus
a. Memiliki selubung (enveloped virus)
b. Tidak memiliki selubung

C. Replikasi Virus

Virus bukanlah sel yang dapat berkembangbiak sendiri. Virus memanfaatkan sel hidup untuk memperbanyak diri. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Replikasi virus dibedakan menjadi 2, yaitu daur litik dan dau lisogenik.

1. Daur Litik
Daur litik merupakan daur cepat dalam  menyebabkan kematian sel yang terinfeksi dan dapat menghasilkan ribuan bahkan jutaan salinan virus baru. Daur litik ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Membran sel inang akan hancur karena terinfeksi virus.

Tahapan daur litik diantaranya:
1. Penempelan bakteri (Adsorpsi)
    Dilakukan oleh serabut ekor virus.
2. Penetrasi dan Injeksi
    Penetrasi adalah proses melubangi atau membuka jalan virus untk menyisipkan DNA yang diakukan oleh       enzim LISOZIM. Injeksi adalah penyisipan DNA virus ke dalam bakteri. Pada saat ini virus akan mati.
3. Pengambilalihan DNA bakteri oleh DNA virus (eklifase) untuk melakukan proses sintesis.
4.Perakitan, yaitu proses pembentukan bagian-bagian tubuh virus menjadi virus yang utuh.
5. Lisis, yaitu menghancurkan membran sel.

Daur Litik


2. Daur Lisogenik
Membran selnya tidak hancur, karena hanya menyisipkan DNA virus pada bakteri dan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh sel inang.


Tahapan daur lisogenik diantaranya:
1. Penempelan (Adsorpsi)
2. Penetrasi dan injeksi
3. Penggabungan DNA virus dan DNA bakteri yang disebut PROFAGE
4. Pembelahan
     Ketika bakteri membelah, DNA akan ikut membelah.
5. Sintesis
     Terjadi ketika bakteri sedang lemah.
6. Perakitan 
7. Lisis

Daur Lisogenik
D. Peran virus dalam kehidupan

Virus adalah makhluk hidup yang berbahaya yang menimbulkan penyakit. Allah SWT. menciptakan segala sesuatu tidak semata hal yang sia-sia, melainkan pasti terdapat manfaatnya. Begitupun dengan virus, meskipun berbahaya dan menimbulkan berbagai penyakit, tetapi virus juga memiliki manfaat yang menguntungkan manusia.

1. Virus yang menguntungkan

a. Memproduksi vaksin
Vaksin adalah patogen yang telah dilemahkan sehingga tidak berbahaya jika menyerang manusia. Ada beberapa virus yang dimanfaatkan untuk memproduksi vaksin. Jika telah diberi vaksin, tubuh manusia akan dapat memproduksi antibodi sehingga jika sewaktu-waktu terserang patogen yang sebenarnya, tubuh manusia tersebut telah kebal karena di dalam tubuhnya telah diproduksi antibodi petogen tersebut.

b. Membuat antitoksin
Antitoksin dapat dibuat dengan menggabungkan DNA virus dan gen yang mempunyai sifat menguntungkan sehingga jika virus menginfeksi bekteri, di dalam sel bakteri tersebut terkandung gen yang menguntungkan. Gen manusia adalah gen yang menguntungkan yang dapat mengendalikan produksi antitoksin. oleh DNA virus, DNA manusia disambungkan dengan DNA bakteri, sel bakteri tersebut akan mengandung gen manusia penghasil antitoksin.Jadi, yang mulanya gen bakteri tidak mengandung antitoksin manusia, sekrang mampu memproduksi antitoksin manusia. antitoksin dapat dimanfaatkan untuk pelawan penyakit pada manusia.

c. Melemahkan bakteri
Jika DNA virus menginfeksi DNA bakteri patogen, bakteri tersebut menjadi lemah atau tidak berbahaya.

2. Virus yang merugikan

1. Influenza
Bentuknya bulat. Virus ini menyerang saluran pernafasan. ada sekitar 190 virus penyebab influeza, karena itu, jika seseorang telah sembuh dari serangan virus influenza, ada kemungkinan terserang lagi oleh virus yang berbeda. Tanda-andanya: timbul ingus, suhu badan meningkat, demam, nyeri otot, dan nafsu makan menurun. Virus ini dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga teratur dan cukup, banyak mengkonsumsi buah dan sayur  yang mengandung vitamin C.

2. Cacar
Disebabkan karena virus cacar yang menginfeksi tubuh. Cara penularannya melalui kontak langsung, menginfeksi saluran pernafasan bagian atas dan menyebar melalui darah dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil dan datar. Pengobatannya dengan dilakukan pemberian vaksin cacar. Pencegahan cacar dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, memotong kuku panjang, sering mandi dan mencuci kulit sengan sabun antikuman, memakai pakaian yang telah dicuci bersih, dan memberikan vaksin varisela pada anak berumur 12-18 bulan.

3. Flu burung
Disebabkan virus H5N1. Penularan flu burung melalui air liur dan kotoran unggas, kontak langsung manusia dengan unggas yang terinfeksi, melalui kendaraan yang mengangkut unggas itu, kandang, pakan ternak, pakaian, dan sepatu para peternak. Pencegahannya dengan prinsip kerja yang higienis, memperhatikan kulit telur dan telur mentah, menjaga kebersihan kandang dan vaksinasi hewan.

4. Polio
Disebabkan virus polio, penularannya melalui kontak langsung antar manusia. Pencegahannya dengan memberikan vaksin untuk polio yaitu vaksin Salk dan vaksin Sabin.

5. Campak
Disebabkan virus paramyxovirus. Penularan dapat melalui udara, bersin, dan percikan ludah. pencegahannya dengan melakukan vaksinasi pada saat anak masih usia 12-15 tahun.

5. Hepatitis A, B, dan C
Penyebabnya yaitu virus A (hepatitis A), virus B (hepatitis B), dan virus non-A non-B (hepatitis C). Penularannya melalui makanan dan minuman, jarum suntik, udara, serta transfusi darah. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan makanan di lingkungan hidup kita.

6. AIDS
Disebabkan karena virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV merusak sistem kekebalan tubuh. Cara penularannya melalui transfusi darah, jarum suntik, dan hubungan seksual. Pencegahannya dengan tidak melakukan hubungan seksual diluar nikah, menghindari pemakaian jarum suntik bergantian, menghindari donor darah dari orang yang terinfeksi, dan tidak berganti-ganti pasangan.


Mohon maaf ya, bila masih banyak kekurangan :) Semoga bermanfaat ya, Reader sejati :) ^_^
Syukron ... ^_~
More...

Keanekaragaman Hayati


Coba perhatikan gambar di atas. Gambar di atas menunjukkan berbagai jenis hewan yang mungkin pernah atau bahkan sering kalian lihat. Hewan-hewan tersebut merupakan salah satu bagian kecil dari keanekaragaman fauna atau hewan yang ada di dunia ini. Tidak hanya hewan yang beraneka ragam, tapi semua makhluk di bumi ini diciptakan beranekaragam. Setiap makhluk memiliki ciri-ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman. Keanekaragaman makhluk hidup ini disebut keanekaragaman hayati atau biodiversitas.

Keanekaragaman hayati / biodiversitas adalah totalitas keseluruhan variasi makhluk hidup. Keanekaragaman ditunjukkan antara lain oleh variasi bentuk, ukuran, jumlah, warna, dan sifat-sifat lain makhluk hidup. Dengan kata lain, di dalam keanekaragaman terdapat perbedaan dan persamaan. Mengapa terjadi keanekaragaman hayati ? Ada 2 faktor penyebab terjadinya keanekaragaman, yaitu faktor gen dan faktor lingkungan.

A. Tingkat keanekaragaman hayati


1. Keanekaragaman tingkat gen

Gen adalah subtansi kimia sebagai faktor penentu sifat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Kromosom terletak pada inti sel. Jadi, genlah yang mengendalikan sifat atau karakter.Sifat-sifat yang ditentukan oleh gen disebut genotipe. Mengapa gen menjadi penentu sifat ? Karena sel bereproduksi (tempat terdapatnya  gen.)
Keanekaragaman hayati adalah variasi di dalam makhluk hidup sejenis yang disebabkan karena gen yang diwariskan dan dipengaruhi juga oleh lingkungan. Perbedaan gen terjadi pada antarjenis. Dua makhluk hidup dikatakan sejenis ketika memiliki kasamaan morfologi, tingkah laku, cara hidup, cara makan, fungsi fisiologi, dan bisa saling kawin dan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Dengan adanya keanekaragaman gen, sifat-sifat di dalam satu spesies menjadi bervariasi yang dikenal dengan varietas. Coba perhatikan teman-teman sekelasmu! Apakah ada yang memiliki wajah sama? Apabila kalian pergi ke pasar, apakah hanya terdapat 1 jenis mangga atau 1 jenis jeruk ? Pasti terdapat perbedaan yang disebabkan karena gen.

2. Keanekaragaman tingkat jenis 


Keanekaragaman tingkat jenis adalah variasi pada antarjenis yang disebabkan oleh gen dan lingkungan. Hal ini berarti terdapat keanekaragaman pada makhluk hidup yang berbeda jenis. Dua makhluk dikatakan berbeda jenis bila memiliki perbedaan morfologi, tingkah laku, cara hidup, cara makan, fungsi fisiologi, dan tidak bisa saling kawin sehingga tidak dapat menghasilkan keturunan yang subur (fertil).

Keanekaragaman tingkat jenis ini mudah diamati. Di lingkungan sekitar dapat dijumpai berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Misalnya di dalam hewan, ada harimau, kucing, unta, dan sebagainya. Pada tumbuhan terdapat tanaman padi, jagung, ubi, singkong, dan sebagainya.

3. Keanekaragaman tingkat ekosistem

Keanekaragaman tingkat ekosistem adalah variasi yang terjadi dalam ekosistem yang disebabkan karena interaksi antar komponen biotik dan abiotik. Interaksi biotik - abiotik terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, yaitu suhu, cahaya, dan lingkungan kimiawi seperti air, mineral, dan keasaman.
Dengan beranekaragamnya kondisi lingkungan dan makhluk hidup yang saling berinteraksi, terbentuklah keanekaragaman ekosistem. Tiap ekosistem memiliki ciri khasnya masing-masing. Begitupun dengan flora dan faunanya akan berbeda antara ekosistem yang satu dengan ekosistem lainnya.  Misalnya, ekosistem padang rumput, ekosistem pantai, ekosistem tropik, ekosistem hutan, dan ekosistem air laut.

B. Keanekaragaman Hayati Indonesia


Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Dua negara lainnya adalah Brasil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah di samping memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal tipe indo-malaya yang luas, juga tipe oriental, australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta spesies endemik.

1.      Memiliki Keanekaragaman Hayati Tinggi

Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Keanekaragaman tinggi di Indonesia dapat dijumpai di dalam lingkungan hutan tropik. Jika di hutan iklim sedang dijumpai satu atau dua jenis pohon, maka di areal yang sama di dalam hutan hujan tropik memiliki keanekaragaman hayati sekitar 300 kali lebih besar dibandingkan dengan hutan iklim sedang. Di dalam hutan hujan tropik terdapat berbagai jenis tumbuhan (flora) dan fauna yang belum dimanfaatkan, atau masih liar. Di dalam tubuh hewan dan tumbuhan itu tersimpan sifat-sifat unggul, yang mungkin dapat dimanfaatkan di masa mendatang. Sifat-sifat unggul itu misalnya tumbuhan yang tahan penyakit, tahan kekeringan, dan tahan terhadap kadar garam yang tinggi. Ada pula yang memiliki sifat menghasilkan bahan kimia beracun. Jadi, di dalam dunia hewan dan tumbuhan, baik yang sudah dibudidayakan maupun belum, terdapat sifat-sifat unggul yang perlu dilestarikan.
Selain itu, penyebab Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi diantaranya:
1. Indonesia merupakan negara kepulauan
2. Memiliki unsur flora dan fauna dari wilayah Indomalaya sampai Australia
3. Terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah oriental dan wilayah australia
4. Banyak pulau yang terisolasi beribu-ribu tahun sehingga tingkat endemisnya menjadi tinggi
5. Indonesia memiliki laut yang luas sehingga memiliki sumber daya terumbu karang terkaya
6. Memiliki pantai yang luas sehingga memiliki jenis flora dan fauna terkaya.

2.      Memiliki Tumbuhan Tipe Indo-Malaya yang Arealnya Luas

Tumbuhan di Indonesia merupakan bagian dari daerah geografi tumbuhan indo-malaya, seperti yang dinyatakan oleh Ronald D. Good dalam bukunya The Geography of Flowering Plants. Flora indo-malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Philipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Philipina sering disebut sebagai kelompok flora malesiana.

Hutan di Indonesia dan hutan-hutan di daerah flora malesiana memiliki kurang lebih 248.000 spesies tumbuhan tinggi. Jumlah ini kira-kira setengah dari seluruh spesies tumbuhan di bumi. Hutan hujan tropik di malesiana didominasi oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Biasanya Dipterocarceae merupakan tumbuhan tertinggi. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya keruing (dipterocarus spp.), meranti (Shorea spp.), kayu garu (Gonystylus bancanus), dan kayu kapur (Dyrobalanops aromatica).

3.      Memiliki Hewan Tipe Oriental (Asia), Australia, Serta Peralihan

Ketika Alfred Russel Wallace mengunjungi Indonesia pada tahun 1856, ia menemukan perbedaan besar fauna di beberapa daerah di Indonesia (waktu itu Hindia Belanda). Ketika ia mengunjungi Bali dan Lombok, ia menemukan perbedaan hewan di kedua daerah tersebut. Di Bali, terdapat banyak hewan yang mirip dengan hewan-hewan Asia (Oriental), sedangkan di Lombok hewan-hewannya mirip dengan Australia. Oleh sebab itu, kemudian ia membuat garis pemisah yang memanjang mulai dari Selat Lombok ke Utara melewati Selat Makasar dan Philipina Selatan. Garis ini disebut Garis Wallace.
Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh Garis Wallace. Garis Wallace membelah Selat Makasar menuju ke Selatan hingga ke Selat Lombok. Jadi, Garis Wallace memisahkan wilayah oriental (termasuk Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan) dengan wilayah Australia (Sulawesi, Irian, Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Timur).

Fauna Daerah Oriental ( Asia )

Hewan-hewan di bagian barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa dan Kalimantan, serta pulau-pulaunya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

-  Banyak spesies mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia     berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
-  Terdapat berbagai macam kera dan ikan air tawar. Kalimantan merupakan pulau yang paling kaya      akan jenis-jenis primata. Ada tiga jenis primata, misalnya bekantan, tarsius, loris hantu, dan orang      utan.
-   Terdapat hewan endemik, seperti:

       1.      Badak bercula satu di Ujung Kulon
       2.      Binturong (Arctictis binturong), hewan sebangsa beruang tapi kecil
       3.      Monyet Presbytis thomasi
       4.      Tarsius (Tarsius bancanus)
       5.      Kukang (Mycticebus coucang)

-Burung-burung Oriental memiliki warna yang kurang menarik dibanding burung-burung di daerah Australia, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik misalnya jalak bali (Leucopsar rothschildi), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons), ayam hutan berdada merah (Arborphila hyperithra), dan ayam pegar.

Fauna Daerah Australia

Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian Timur (Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara) relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewan di Indonesia bagian Timur adalah:

a)  Mamalia berukuran kecil, seperti walabi, kuskus, oposum
b)  Tidak terdapat spesies kera
c)  Banyak hewan berkantung
d)  Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam, seperti cendrawasih, kasuari, kakatua raja, nuri

Fauna Daerah peralihan

Ciri fauna daerah peralihan yaitu jenis hewannya mirip dengan fauna tipe asia dan australia. Diantaranya babi rusa, komodo, tapir, anoa, dan burung maleo.

C. Kegiatan Manusia yang Memengaruhi Biodiversitas


Kelangsungan hidup manusia bergantung pada kelestarian ekosistem tempat hidup manusia. Kelestarian juga berarti terjaganya keanekaragaman hayati (biodiversitas). Pengaruh manusia terhadap lingkungan dapat mengakibatkan dua kemungkinan, yaitu alam menjadi rusak atau sebaliknya, alam tetap lestari.  Diantara aktivitas manusia yang dapat merusak biodiversitas, yaitu :


1. Perusakan habitat
2. Penggunaan Pestisida
3. Pencemaran, baik pencemar seperti limbah pabrik maupun rumahtangga
4. Perubahan tipe tumbuhan
5. Penebangan liar
6. Perburuan liar dan penangkapan ikan dengan cara yang tidak tepat dan tanpa kenal batas
7. Ladang berpindah

     Disamping itu, perlu digalakkan aktivitas yang bertujuan meningkatkan dan melestarikan keanekaragaman hayati. Usaha untuk pelestarian biodiversitas diantaranya :

1. Penghijauan
2. Pembuatan taman kota
3. Pemuliaan
4. Pembiakan insitu dan exsitu
    1. Pelestarian insitu yaitu pelestarian yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitat). Contoh:               taman nasional dan cagar alam.
2. Pelestarian exsitu yaitu pelestarian dengan cara dikeluarkan dari habitarnya dan dipelihara di               tempat lain. Contoh : kebun binatang, kebun plasma nutfah, kebun raya, dan lainnya.

D. Manfaat Biodiversitas


1. Nilai konsumen
    Sebagai sumber pangan, perumahan, dan kesehatan :
    a. Pangan : berbagai biji-bijian, umbi-umbian, buah-buahan, dan hewan ternak.
    b. Perumahan : kayu jati, meranti, dan kamfer.
    c. Kesehatan : kunyit, kencur, temulawak, jahe, dan lengkuas.

2. Nilai Ekonomi / produksi
    Keanekaragaman hayati dapat dijadikan sumber pendapatan. Misalnya melalui kegiatan produksi, contohnya untuk bahan baku industri makanan, obat, tekstil, dan sebagainya yang akan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

3. Manfaat Ekologi
    Keanekaragaman hayati memiliki peran mempertahankan keberlanjutan ekosistem, memperkokoh ekosistem, juga merupakan gudang sifat-sifat unggul untuk dimanfaatkan kemudian hari.

4. Manfaat Keindahan
    Keanekaragaman hayati memberi keindahan alam. Contohnya di depan rumah kita akan lebih indah dengan aneka ragam tanaman, misalnya mawar, melati, dan lainnya. Jadi, keindahan alam tidak terdapat pada keseragaman tetapi pada keanekaragaman.

5. Manfaat Pendidikan/Keilmuan
    Biodiversitas merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang berguna untuk kehidupan manusia.

6. Manfaat Religius
    Biodiversitas membuka mata setiap manusia akan kebesaran Allah SWT. akan diciptakannya keanekaragaman hayati, sehingga lebih dekat dengan tuhan-Nya.
More...

Ruang Lingkup Biologi




     Ruang lingkup biologi meliputi objek biologi, tingkat organisasi kehidupan, permasalahan biologi, dan cabang-cabang biologi. Sebelum masuk ke materi pokok, alangkah lebih baiknya kita mengenal biologi itu sendiri ^_^

     Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio berarti hidup dan logos berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian biologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Secara lebih lengkap, definisi biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan kehidupannya baik yang ada sekarang maupun yang pernah hidup di masa lalu. Karena di dalam biologi tidak hanya membahas morfologi, anatomi, dan fisiologi makhluk hidup saja, tetapi cara hidupnya, cara beradaptasinya, dan habitatnya, serta tidak hanya makhluk yang hidup saat ini, yang pernah hidup di masa lalu pun dipelajari, misalnya dinosaurus yang hidup jutaan tahun lalu dan kini sudah punah. Makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan yang memiliki ciri hidup. Sebagaimana kita ketahui, ciri-ciri hidup diantaranya:
  1. Mempunyai sel
  2. Melakukan metabolisme
  3. Tumbuh dan berkembang biak
  4. Bergerak
  5. Bernafas
  6. Memerlukan makan / nutrisi
  7. Mengeluarkan zat sisa metabolisme (Ekskresi)
  8. Berkembangbiak
  9. Beradaptasi
  10. Menanggapi rangsang (Iritabilitas)
       
     Biologi disebut sebagai sebuah ilmu bukan pengetahuan karena di dalam ilmu terdapat objek, tahapan yang sistematis, analisis, dan bersifat universal, bukan sekedar tahu tetapi tidak detail, artinya tidak dapat diuji karena hanya tahu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri ilmu biologi adalah :
  1. Terdapat Objek
  2. Terdapat Metode
  3. Sistematis
  4. Analisis
  5. Verifikatif (Dapat diuji kembali)
  6. Objektif
  7. Masuk akal

1. OBJEK BIOLOGI

     Objek biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom, molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, ekosfer, bioma, dan biosfer.
     Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa kingdom (Kerajaan), yaitu Animalia (Hewan), Plantae (Tumbuhan), dan Protista (Makhluk hidup mirip hewan atau tumbuhan). 

2. TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN


    1. Sel
     Sel adalah unit terkecil makhluk hidup yang menyusun tubuh makhluk hidup. Artinya setiap makhluk hidup tersusun dari sel. Tanpa sel makhluk tersebut tidak bisa dikatakan makhluk hidup, karena di dalam sel terjadi reaksi-reaksi kimia (metabolisme) sehingga setiap makhluk hidup dapat hidup. Di dalam sel terjadi reaksi dalam respirasi, proses untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk bergerak, sintesis protein, reaksi terhadap benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh, dan lain-lain. Maka sesungguhnya hal itu menunjukkan ciri makhluk hidup yang seyogyanya dilakukan oleh sel itu sendiri. Sel-lah yang pertama kali mengawali aktivitas makhluk hidup. Jadi, sel merupakan penyusun tubuh makhluk hidup dan yang mengawali segala aktivitas makhluk hidup. 
   Sel tersusun atas komponen abiotik. Salah satunya di dalam sel terdapat sitoplasma yang berbentuk cairan. Air tersusun dari molekul H2O yang juga merupakan komponen abiotik. Mengapa kemudian dari abiotik dapat menjadi biotik yang bahkan memberi kehidupan terhadap setiap makhluk hidup? Banyak para ahli yang meneliti pertanyaan ini dan semuanya tidak dapat menyangkal bahwa jawaban pertanyaan ini adalah kekuasaan sang Pencipta, Allah SWT.. (Teori Penciptaan) yang memberi nyawa kepada setiap makhluk hidup.

    2.  Jaringan
    Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang memiliki fingsi dan bentuk yang sama. Jaranya ingan pada manusia diantaranya jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot, jaringan tulang, jaringan saraf, dan lain-lain. Pada hewan diantaranya jaringan epitelium, otot, ikat, tulang, dan saraf. Sedangkan pada tumbuhan diantaranya epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, endodermis, dan pengangkut ( xilem dan floem). 

    3. Organ
     Organ yaitu jaringan yang bersatu dan menjalankan fungsi tertentu yang saling bekerjasama. Contoh organ diantaranya jantung, paru-paru, lambung, hati, ginjal, dan sebagainya.

     4. Sistem organ
     Sistem organ yaitu organ-organ yang saling bekerja sama membentuk sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. Manusia dan hewan memiliki sistem organ, tetapi tumbuhan tidak memiliki sistem organ. Contoh sistem organ adalah sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem transportasi, dan sistem reproduksi.

    5. Individu (Organisme)
     Bemacam-macam sistem organ akan membentuk individu. Individu (Organisme) adalah makluk hidup tunggal dna berdiri sendiri. 

    6. Populasi
     Populasi adlah kumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu pada tempat dan waktu yang sama. Contohnya terdapat 100 ayam di halaman rumah disebut populasi ayam, 10 tangkai mawar disebut populasi mawar, dan lain-lain.

    7. Komunitas
     Komunitas adalah keseluruhan populasi makhluk hidup yang hidup di suatu tempat tertentu dan saling berinteraksi. Contohnya komunitas sawah, terdiri dari populasi padi, ulat, belalang,dan tikus. 

    8. Ekosistem
     Ekosistem adalah hubungan timbal balik / interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya atau antara komunitas dengan komponen abiotiknya. Kita mengenal beberapa macam ekosistem diantaranya ekosistem dataran rendah, ekosistem pegunungan, ekosistem perairan tawar, dan ekosistem laut.

    9. Bioma
     Bioma adalah kumpulan ekosistem dalam skala luas yang memiliki ciri khas.  Menurut garis lintang, kita mengenal 6 bioma, diantaranya bioma padang rumput, gurun, hutan gugur, hutan hujan tropis, taiga, dan bioma tundra.

    10. Biosfer
      Biosfer adalah lapisan di muka bumi tempat terdapatnya makhluk hidup. 


3. PERMASALAHAN BIOLOGI 

     Permasalahan biologi ada 9, diantaranya:
  1. Sains sebagai proses inquiry (penemuan)
  2. Sejarah konsep biologi
  3. Evolusi
  4. Keanekaragaman dan keseragaman
  5. Genetika dan Kelangsungan hidup
  6. Organisme dan lingkungan
  7. Perilaku makhluk hidup
  8. Struktur dan fungsi
  9. Regulasi (pengaturan)

4. CABANG BIOLOGI
  1. Botani : Ilmu yang mempelajari seluk beluk tumbuhan
  2. Zoologi : Ilmu yang mempelajari seluk beluk hewan
  3. Mikrobiologi : Ilmu yang mempelajari jasad renik
  4. Mikologi : Ilmu yang mempelajari seluk beluk jamur
  5. Genetika : Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat suatu makhluk hidup kepada keturunannya
  6. Ekologi : Ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dan lingkungannya
  7. Anatomi : Ilmu yang mempelajari susunan bagian dalam tubuh makhluk hidup
  8. Morfologi : Ilmu yang mempelajari bentuk luar tubuh makhluk hidup
  9. Fisiologi : Ilmu yang mempelajari tentang faal / fungsi kerja tubuh
  10. Taksonomi : Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup
  11. Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
  12. Evolusi : Ilmu yang mempelajari perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
  13. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
  14. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel
  15. Enzimologi : Ilmu yang mempelajari tentang enzim
  16. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
  17. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus
  18. Organologi : Ilmu yang mempelajari tentang organ
  19. Patologi : Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruhnya bagi manusia
  20. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung

     Nah, cukup sampai disini dulu pembahasan tentang ruang lingkup biologi. Semoga bermanfaat untuk para pembaca (yang baik hati dan rajin menabung. Hehehe :D) ^_^)/
Kritik dan saran sangat membantu untuk saya pribadi :) Syukron Katsiron :)




More...